Dapatkan kiriman artikel Menarik terbaru Dari Blog TTC langsung ke email anda!


Tampilkan postingan dengan label Kerajinan Tangan Dan Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajinan Tangan Dan Kesenian. Tampilkan semua postingan

Macam-macam khas Serambi Mekah

Rabu, 03 Juni 2009

Oleh Media Tanah Air
Di www.mediaindonesia.com


Puas menikmati tempat-tempat wisata di Banda Aceh, jangan lupa mampir ke sentra-sentra industri kecil dan kerajinan. Banyak barang unik khas Aceh yang layak dijadikan oleh-oleh. Ada sekitar 30 tempat penjualan kerajinan di ibu kota provinsi itu. Masing-masing sentra kerajinan memfokuskan pada salah satu atau lebih barang produksinya.
Misalnya ada daerah yang fokus pada kerajinan tas dan peci motif Aceh atau aneka produk batang kelapa. Ada juga yang menyediakan pelaminan khas Aceh. Soal harga sangat tergantung kepandaian Anda menawar.

Bagi Anda yang menyukai tenunan khas Aceh, bisa mampir di sentra tenun adat di Desa Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Di sentra kerajinan tenun ini bisa juga diperoleh aneka jenis oleh-oleh lain seperti kopi, abon ikan, dendeng, kerupuk kulit, aneka ikan kering, dodol, keukasah, sirup, dsb.

Tetapi, kalau Anda lebih tertarik pada baju bordiran Aceh, bisa mendatangi pusat industri kecil di Kecamatan Banda Aceh, Baiturrahman, Meuraksa, dan Syiah Kuala. Umumnya motif bordiran yang ditawarkan adalah pintu Aceh dan bungong jeumpa (bunga cempaka), bunga khas Aceh.
.
Continue Reading | komentar (2)

Kayu Lukis, Unik dan Bernilai Seni Tinggi

Oleh Agni Rahadyanti
Di Harian Kompas

Jangan remehkan kegemaran mencoret-coret. Dengan ketekunan, ketelatenan, dan pengasahan cita rasa, kegemaran ini bisa menghasilkan karya seni yang indah. Berbagai jenis kerajinan kayu lukis yang bernilai ekonomis cukup tinggi, misalnya, lahir dari kegiatan melukis yang pada dasarnya bisa dilakukan semua orang. Di Barokah's Art & Craft, aneka bentuk kerajinan kayu lukis seperti boneka, kotak perhiasan, asbak, tempat tusuk gigi, mangkuk, topeng, sampai patung diproduksi setiap hari. Perintis Barokah's Art & Craft yang ada di Dusun Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Ahmad Barokah (35) mengungkapkan, bermacam kerajinan tersebut menggunakan kayu mahoni dan kayu jati sebagai bahan baku.
Proses pembuatan sendiri relatif panjang. "Limbah kayu berdiameter delapan sampai 15 sentimeter dipotong terlebih dahulu, lalu dikupas kulitnya. Setelah potongan kayu dibentuk memakai mesin bubut, dilakukan proses pendempulan untuk menutup pori-pori kayu," kata Ahmad menjelaskan tahap awal pembuatan kerajinan kayu lukis.

Setelah melalui proses pendempulan, dengan kuas-kuas, para perajin mulai melukis di kayu-kayu tersebut. Cat yang digunakan umumnya cat tembok dan arkelik. "Untuk menghasilkan lukisan yang sempurna memang dibutuhkan ketelatenan dan keterampilan khusus," ungkap Ahmad. Kerajinan kayu yang sudah dilukis itu kemudian memasuki tahap finishing sebelum siap dipasarkan. Harga jual produk pun beragam, mulai dari Rp 5.000 sampai jutaan rupiah.

Untuk motif, Ahmad banyak menggunakan motif tradisional dan alam pada produk-produknya. "Untuk motif tradisional, kami banyak melukis wayang. Sedangkan untuk motif bernuansa alam, kami lukis bunga dan dedaunan dengan warna-warna cerah. Di luar kedua jenis motif tersebut kami juga melayani motif sesuai permintaan konsumen," tutur Ahmad sambil menunjukkan sebuah kerajinan berbentuk sepatu dengan motif kincir angin pesanan dari Belanda.

Produk-produk Barokah's Art & Craft sendiri sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Batam, dan Bandung. Untuk pasar luar negeri, produk mereka banyak dipesan Korea, Jepang, dan Singapura.

Saat ini setiap minggu Ahmad dan 17 tenaga kerjanya memproduksi sedikitnya 200 buah kerajinan dalam berbagai bentuk. Ahmad menambahkan, secara kuantitas, produksi memang menurun dibandingkan dengan beberapa tahun lalu sebelum terjadinya bom Bali serta kenaikan harga bahan bakar minyak. Omzet juga menurun, dari sekitar Rp 40 juta per bulan menjadi sekitar Rp 15 juta per bulan.

Meskipun demikian, berbagai kerajinan kayu lukis tersebut tetap banyak diminati dan masih mampu bertahan di pasar kerajinan. Motif yang unik dan tampak hidup serta tersedianya banyak pilihan membuat kayu lukis mempunyai keistimewaan tersendiri.

Apresiasi terhadap proses pengerjaan manual yang tidak mudah juga semakin menambah nilai kayu lukis. Tantangannya, kerajinan ini harus bisa tetap eksis di tengah membanjirnya produk China sejenis yang dijual dengan harga jauh lebih murah.
.
Continue Reading | komentar (1)

Unsur-unsur Seni Rupa

Kamis, 05 Februari 2009

Bagi sekelompok orang yang memandang sesuatu secara holistik mungkin tidak akan tertarik pada pembahasan tentang unsur, oleh karena unsur merupakan bagian terkecil dari sesuatu yang membentuk kesatuan sistem. Bagi kelompok ini akan lebih tertarik pada prinsip-prinsipnya, apakah karya seni rupa itu secara keseluruhan enak di lihat atau tidak. Namun bagi kelompok atau orang yang berfikiran prakmatis, formal, atau struktural akan mengatakan enak tidaknya suatu karya Seni Rupa itu dinikmati adalah adanya unsur-unsur yang membentuknya.

Untuk kepentingan analisis atau kritik seni pembahasan unsur Seni Rupa atau lebih lazim disebut sebagai Unsur Rupa atau Unsur Desain memang perlu dilakukan beberapa sumber, terkadang menyebut unsur rupa berbeda, akan tetapi dapat ditarik kesimpulan pada dasarnya unsur rupa adalah Garis, Raut, Warna, Tekstur, Ruang dan Gelap Terang.

A. GARIS

Garis merupakan unsur yang paling elementer di bidang Seni Rupa. Dengan hanya meletakkan posisi mata pensil di atas kertas dan selanjutnya digerakkan, maka jejak mata pensil itu akan menghasilkan garis. Oleh karenanya ada yang menyatakan bahwa garis adalah hubungan dua buah titik atau jejak titik-titik yang bersambungan atau berdempetan. Oleh karena itu garis dapat muncul secara rapi atau dapat juga muncul bergigi, bintik-bintik dan sebagainya, arah garis dapat menimbulkan garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag. dan garis dapat berposisi tegak, datar, dan melintang.

B. RAUT

Raut adalah tampang, potongan, bentuk suatu objek. Raut dapat terbentuk dari unsur garis yang melingkup dengan keluasan tertentu sehingga membentuk bidang. Raut juga berarti perwujudan atau perawakan dari suatu objek, dalam hal ini raut berarti bangun, atau dalam pengertian lain raut sering dipahami atau dikenal sebagai bentuk atau bidang. Penampilan raut dapat berujud sebagai (1) Raut Geometris, seperti segi tiga, segi empat, lingkaran. (2) Raut Organik atau Biomorfis seperti raut yang terbentuk dari lengkungan-lengkungan bebas. (3) Raut Bersudut berarti raut yang terbentuk dengan banyak sudut atau berkontur garis zig-zag. (4) Raut Tak Beraturan, adalah jenis raut yang terbentuk secara kebetulan seperti tumpahan cat atau semburan cat dan sebagainya.

C. WARNA

Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nusansa bagi terciptanya karya seni, dengan warna dapat ditampilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan. Melalui berbagai kajian dan eksperimen, jenis warna diklasifikasi ke dalam jenis Warna Primer, Warna Sekunder, Warna Tersier.

Warna Primer : adalah warna yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain, warna pokok atau dengan kata lain warna yang terbebas dari unsur warna-warna lain. seperti ( merah, kuning, biru ).

Warna Sekunder : adalah merupakan pencampuran dari dua warna Primer. misalnya warna biru campur warna kuning jadi warna hijau, warna biru campur warna merah jadi warna ungu atau violet, warna merah campur warna kuning jadi warna orange.

Warna Tersier : Adalah pencampuran dari dua warna sekunder.


D. TEKSTURE

Tekstur adalah sifat atau kualitas nilai raba dari suatu permukaan, oleh karena itu tekstur bisa halus, licin, kasar, berkerut, dan sebagainya. Dalam tekstur visual boleh jadi kesan yang di tangkap oleh mata itu kasar akan tetapi sesungguhnya halus atau sebaliknya. Kita dapat menentukan halus kasarnya suatu permukaan juga dapat merasakan kualitas permukaan antara kertas, kain, kaca, batu, kayu. Sedangkan pada tektur semu kesan yang di tangkap oleh mata tidak sama dengan kesan yang di tangkap oleh perabaan.

E. RUANG

Dalam bidang seni rupa, unsur ruang adalah unsur yang menunjukkan kesan keluasan, kedalaman, cekungan, jauh dan dekat. Dua bidang yang sama jenisnya misalnya lingkaran, akan memberikan kesan yang berbeda jika ukuran ke dua lingkaran itu berbeda. Lingkaran besar akan memberi kesan luas sedangkan lingkaran kecil akan memberi kesan sempit. Jika ke dua lingkaran itu berimpit akan memberi kesan dekat akan tetapi jika diatur berjarak akan memberi kesan ruang yang jauh.

F. GELAP TERANG

Gelap terang berkaitan dengan cahaya, artinya bidang gelap berarti tidak kena cahaya dan yang terang adalah yang kena cahaya. Goresan pensil yang keras dan tebal akan memberi kesan gelap sementara goresan pensil yang ringan-ringan akan memberi kesan lebih terang. Gelap terang dalam gambar dapat dicapai melalui teknik arsir yaitu teknik mengatur jarak atau tingkat kerapatan suatu garis atau titik, semakin rapat akan menghasilkan kesan semakin gelap demikian sebaliknya.

Continue Reading | komentar (2)

SENI TATO dari jaman ke jaman

Kamis, 15 Januari 2009

Tato atau tattoo, berasal dari bahasa Tahiti "tatu" yang konon artinya tanda. Walaupun bukti-bukti sejarah tato ini tidak be- gitu banyak, tetapi para ahli mengambil kesimpulan bahwa seni tato ini sudah ada sejak 12.000 tahun sebelum Masehi.

Dutu, tato menjadi semacam ritual bagi suku-suku kuno seperti Maori, Inca, Ainu, Polynesians, dan lain-lain. Kalau Anda jalan-jalan ke Mesir, coba main- main ke piramid, mungkin Anda bisa menemukan tato tertua di sana. Karena menurut sejarah, bangsa Mesir-lah yang jadi biang tumbuh suburnya tato di dunia. Bangsa Mesir kan dikenal sebagai bangsa yang terkenal kuat, mereka melakukan ekspansi ke negara-negara lain, sehingga seni tato pun ikut-ikutan menyebar luas, seperti ke daerah Yunani, Persia, dan Arab.

Apa alasan bagi suku-suku kuno di dunia membuat tato ? Bangsa Yunani kuno memakai tato sebagai tanda pengenal para anggota badan intetijen mereka alias mata-mata perang pada saat itu. Di sini tato menunjukan pangkat dari si mata-mata tersebut. Berbeda dengan bangsa Romawi, mereka memakai tato sebagai tanda bahwa seseorang itu berasal dari golongan budak, dan tato juga dirajahi ke setiap tubuh para tahanannya. Suku Maori di New Zealand membuat tato berbentuk ukiran-ukiran spiral pada wajah dan pantat.

Menurut mereka, ini adalah tanda bagi keturunan yang baik. Di Kepulauan Solomon, tato ditorehkan di wajah perempuan sebagai ritus untuk menandai tahapan baru dalam kehidupan mereka. Hampir sama seperti di alas, orang- orang Suku Nuer di Sudan memakai tato untuk menandai ritus inisiasi pada anak taki-taki. Orang-orang Indian melukis tubuh dan mengukir kutit mereka untuk menambah kecantikan atau menunjukkan status sosial tertentu.

Tato alias wen shen atau rajah mulai merambahi negara China sekitar tahun 2000 SM. Wen shen konon artinya "akupunktur badan". Pertu diketahui, sama seperti bangsa Romawi, bangsa China kuno memakai tato untuk menandakan bahwa seseorang pernah dipenjara. Sementara di Tiongkok sendiri, budaya tato terdapat pada beberapa etnis minoritasnya, yang tetah diwarisi oteh nenek moyang mereka, seperti etnis Drung, Dai, dan Li, namun hanya para wanita yang berasal dari etnis Li dan Drung yang memiliki kebiasaan menato wajahnya. Riwayat adat-istiadat tato etnis Drung ini muncul sekitar akhir masa Dinasti Ming (sekitar 350 tahun yang talu), ketika itu mereka diserang oleh sekelompok grup etnis lainnya dan pada saat itu mereka menangkapi beberapa wanita dari etnis Drung untuk dijadikan sebagai budak. Demi menghindari terjadinya perkosaan, para wanita tersebut kemudian menato wajah mereka untuk membuat mereka kelihatan kurang menarik di mata sang penculik.

Meski kini para wanita dari etnis minoritas Drung ini tidak lagi dalam keadaan terancam oteh penyerangan dari etnis minoritas lainnya, namun mereka masih terus mempertahankan adat-istiadat ini sebagai sebuah lambang kekuatan kedewasaan. Para anak gadis dari etnis minoritas Drung menato wajahnya ketika mereka berusia antara 12 dan 13 tahun sebagai sebuah simbol pendewasaan diri. Ada beberapa penjelasan yang berbeda, mengapa para wanita tersebut menato wajahnya. Sebagian orang mengatakan, bahwa warga etnis Drung menganggap wanita yang bertato terlihat lebih cantik dan para kaum Adam etnis Drung tidak akan menikahi seorang wanita yang tidak memiliki tato di wajahnya.

Di Indonesia Orang-orang Mentawai di kepulauan Mentawai, suku Dayak di Kalimantan, dan suku Sumba di NTB, sudah mengenal tato sejak zaman baheula. Bahkan bagi suku Dayak, seseorang yang berhasil "memenggal kepala" musuhnya, dia mendapat tato di tangannya. Begitu juga dengan suku Mentawai, tatonya tidak dibuat sembarangan. Sebelum pembuatan tato dilaksanakan, ada panen enegaf alias upacara inisiasi yang dilakukan di puturkaf uma (galeri rumah tradisional suku Mentawai). Upacara ini dipimpin oleh sikerei (dukun). Setelah upacara ini selesai, barutah proses tatonya dilaksanakan.

BAHAN PEMBUAT TATO

Awalnya, bahan untuk membuat tato berasal dari arang tempurung yang dicampur dengan air tebu. Atat-atat yang digunakan masih sangat tradisional. Seperti tangkai kayu, jarum, dan pemukul dari batang. Orang-orang pedalaman masih menggunakan teknik manual dan dari bahan-bahan tradisional. Bangsa Eskimo misalnya, memakai jarum yang terbuat dari tulang binatang. Di kuil-kuil Shaolin menggunakan gentong tembaga yang dipanaskan untuk mencetak gambar naga pada kulit tubuh. Murid-murid Shaolin yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan simbol itu, dengan menempelkan kedua lengan mereka pada semacam cetakan gambar naga yang ada di kedua sisi gentong tembaga panas itu.

Jauh berbeda dengan sekarang. Saat ini, terutama di kalangan masyarakat perkotaan, pembuatan tato ditakukan dengan mesin listrik. Mesin ini ditemukan pada tahun 1891 di Inggris. Kemudian zat pewarnanya menggunakan tinta sintetis (tinta khusus tato).

Bahkan, perusahaan Freedom-2 di Philadelphia telah menemukan serangkaian produk tinta yang lebih aman di kulit. Produk ini sudah disetujui Badan Urusan Makanan dan Obat-Obatan AS (FDA) untuk digunakan dalam dunia kosmetik, makanan, obat, dan peranti kedokteran - yang tentunya aman untuk tato.

MAKNA TAT0

Pada sistem budaya yang bertainan, tato mempunyai makna dan fungsi yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, pernah ada masa di mana tato dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Orang-orang yang memakai tato dianggap identik dengan penjahat, gali, dan orang nakal. Pokoknya golongan orang-orang yang hidup di jalan dan selalu dianggap mengacau ketentraman masyarakat.

Anggapan negatif seperti ini secara tidak langsung mendapat "pengesahan" ketika pada tahun 1980-an terjadi penembakan misterius terhadap ribuan gali (penjahat kambuhan) di berbagai kola di Indonesia. Mantan Presiden Soeharto dalam otobiografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (PT. Citra Lamtorogung Persada, Jakarta, 1989), mengatakan bahwa petrus (penembakan misterius) itu memang sengaja dilakukan sebagai treatment, tindakan tegas terhadap orang-orang jahat yang suka mengganggu ketentraman masyarakat.

Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang itu penjahat dan layak dibunuh? Brita L. Miklouho-Maklai datam Menguak Luka Masyarakat: Beberapa Aspek Seni Rupa Indonesia Sejak Tahun 1966 (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997) menyebutkan bahwa para penjahat kambuhan itu kebanyakan diidentifikasi melalui tato, untuk kemudian ditembak secara rahasia, lalu mayatnya ditaruh dalam karung dan dibuang di sembarang tempat seperti sampah.

Tidak semua orang bertato itu penjahat memang. Tapi mengapa sampai terjadi generalisasi seperti itu? Apa kira-kira dasar atasannya? Apakah dulu kebetulan pernah ada seorang penjahat besar yang punya tato dan itu lalu dipakai sebagai ciri untuk menggeneralisasi bahwa semua orang yang bertatto pasti penjahat juga? Sayangnya belum ada studi mendalam yang bisa menguak pergeseran makna tato dari ukiran dekoratif sebagai penghias tubuh dan simbol-simbol tertentu menjadi tanda cap bagi para penjahat.

Tapi yang jelas telah terjadi "politisasi tubuh". Tubuh dipolitisasi, dijadikan alat kendali untuk kepentingan negara. Dalam kasus petrus di Indonesia, tubuh yang bertato dipakai sebagai alat kendali, suatu alasan untuk menjaga stabilitas negara. Untuk tingkat dunia, bisa disebut beberapa contoh kasus politik tubuh besar sepanjang sejarah peradaban manusia. Orang-orang kulit putih menerapkan sistem politik apartheid di Afrika Selatan hanya karena orang-orang Afrika "berkulit hitam". Dari Jerman, Hitler dengan Nazinya membantai orang-orang Yahudi hanya karena di dalam tubuh orang Yahudi tidak mengalir darah Arya, darah tubuh manusia yang paling sempurna yang pernah diciptakan Tuhan di bumi ini menurut Hitler.

Sebelum tato dianggap sebagai sesuatu yang modis, trendi, dan fashionable seperti sekarang ini, tato memang dekat dengan budaya pemberontakan. Anggapan negatif masyarakat tentang tato dan larangan memakai rajah atau tato bagi penganut agama tertentu semakin menyempurnakan citra tato sebagai sesuatu yang dilarang, haram, dan tidak boleh. Maka memakai tato sama dengan memberontak terhadap tatanan nilai sosial yang ada, sama dengan membebaskan diri terhadap segala tabu dan norma-norma masyarakat yang membelenggu. Orang-orang yang dipinggirkan oleh masyarakat memakai tato sebagai simbol pemberontakan dan eksistensi diri. Anak-anak yang disingkirkan oleh keluarga memakai tato sebagai simbol pembebasan.

Setiap zaman melahirkan konstruksi tubuhnya sendiri-sendiri. Dulu tato dianggap jelek, sekarang tato dianggap sebagai sesuatu yang modis dan trendi. Kalau era ini berakhir, entah tato akan dianggap sebagai apa. Mungkin status kelas sosial, mungkin sekadar perhiasan, atau yang lain. ME(Berbagai Sumber)

Berikut Diantaranya gambar-gambar atau model-model tato yang lagi tren saat ini :






nah,. di atas beberapa contoh model tato...
jika anda tertarik membuatnya di badan anda,
siahkan datang saja di Mall Panakukang Makassar, Jl.Pengayoman (Daimon)
lantai 3 dekat TIME ZONE,.
klo soal harga, tanya sendiri sama orangnya,.ok
Continue Reading | komentar (3)

Kain Tenun IKat Motif Patola (LIO)

Senin, 12 Januari 2009

Lio
Salah satu daerah di Flores bagian timur yang cukup menonjol dalam pembuatan kain tenun ikatnya adalah daerah Lio. Ragam hias kain tenun ikat dari daerah ini diilhami oleh kain patola India berupa motif ceplok seperti jelamprang pada kain batik. Selain motif ceplok, kain dari Lio ini juga dihiasi dengan motif daun, dahan, dan ranting. Kain patola diperkenalkan oleh para pedagang dari Portugis, yang pada abad keenam belas mengadakan perdagangan dan pertukaran kain patola dengan rempah-rempah dari nusantara bagian timur, termasuk di Flores. Bangsa Portugis, dan bangsa-bangsa Eropa lain (Belanda dan Jerman) meninggalkan pengaruh yang begitu besar, terutama karena banyaknya misionaris yang menyebarluaskan agama Kristen Protestan dan Katholik. Hingga saat ini agama Kristen banyak penganutnya di Flores.

Kain tenun ikat dengan motif patola mempunyai nilai tinggi. Oleh karena itu, daerah-daerah tenun di wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki motif-motif patola yang diperuntukkan khusus bagi kalangan raja-raja, pejabat, dan tokoh adat yang jumlahnya terbatas. Kain tenun Lio dengan ragam hias patola ini juga hanya dipergunakan di kalangan keluarga kepala adat atau pendiri kampung yang disebut musalaki. Bahkan kain ini dianggap sangat istimewa hingga ikut dikuburkan bersama jenazah seorang bangsawan atau raja. Selain itu kain patola dari Lio yang panjangnya sampai empat meter, yang disebut katipa, digunakan sebagai penutup jenazah. Menurut P. Sareng Orinbao dalam bukunya Seni Tenun Suatu Segi Keburinycum Orang Flores, kata katipa sendiri mempunyai arti yang sama dengan patola, karena berasal dari lafal penyebutan tipa tola. Ciri khas motif tenun Lio yang lain adalah ukurannya kecil dengan bentuk geometris, manusia, biawak, dan lain-lain, yang disusun membentuk jalur-jalur kecil berwarna merah atau biru di atas dasar warna gelap.

Kain tenun Lio ini juga diberi hiasan tambahan atau aplikasi dengan manik-manik dan kulit kerang. Pakaian dengan hiasan khusus ini hanya dipergunakan dalam upacara-upacara adat tertentu. Di Pulau Sumba, kain sarung yang diberi hiasan manik-manik seperti itu hanya dipakai oleh wanita kalangan bangsawan saja.
Selain terkenal dengan tenunannya, Lio juga penghasil kerajinan tembikar berupa kebutuhan rumah tangga khususnya peralatan dapur yang terbuat dari tanah liat. Ada suatu kesamaan ragam hias pada kain tenun ikat dan barang tembikar yaitu goresan garis-garis geometris seperti bentuk meander, kait, belah ketupat, tumpal, dan lainnya, yang sering terdapat pada ragam hias ikat pada kain tenun dan anyaman.


Kain sarung Lio

Tenun ikat dari Lio menunjukkan kemahiran tenun dengan motif ikat yang halus dan rumit. Ragam hias pada kain dari daerah Lio menunjukkan banyaknya pengaruh kain patola dalam pembuatannya, seperti pada kain sarung ini. Kain ini dibuat dengan latar warna cokelat tua, diberi ragam hias berwarna cokelat muda campur kuning bergaris geometris dalam bentuk flora. Ragam hias dibagi dalam beberapa jalur. Jalur besar di tengah diapit jalur kecil dan di kedua ujung kain terdapat jalur¬jalur motif flora sebagai hiasan ujung dan hiasan pinggir.

Kain sarung yang mempunyai dua latar/dasar warna, yaitu tiga bagian berlatar gelap (cokelat hitam) dan satu bagian berlatar merah. Pada latar yang berwarna cokelat hitam dihiasi dengan motif patola ceplok bunga bersudut delapan warna kuning. Pada latar kain berwarna merah diberi ragam hias jalur-jalur yang diisi motif tumpal gaya pepohonan dan ranting-ranting serta ragam hias geometris.



Continue Reading | komentar (5)

SENI BATIK

Sejarah Batik Indonesia


Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.


Perkembangan Batik di Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Proses pembuatan batik
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.


Batik Pekalongan

Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Musium batik Pekalongan
Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.



Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.





Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.
Continue Reading | komentar (1)

Seni Tenun Ikat dan Anyam Wakatobi Melaju di Deru Perubahan Zaman

Jumat, 09 Januari 2009

WAKATOBI – Percuma kalau pergi ke Wakatobi, bila hanya untuk menikmati rumpunan soft coral dan kehidupan orang laut Bajo. Karena di dalam gugusan pulau-pulau indah di kawasan Sulawesi Tenggara ini, masih tersimpan banyak daya tarik lainnya. Seperti menelusuri keindahan seni tenun ikat dan melihat pengrajin anyaman tikar lipat.
Taman nasional laut yang terletak di tenggara Buton ini sepertinya memang sengaja terus menawarkan kemungkinan-kemungkinan baru untuk menambah arus pemasukannya. Setelah sukses dengan keindahan bawah laut dan kehidupan orang Bajo, mereka mencoba menggagas kemungkinan wisata kerajinan yang bisa menjadi salah satu simbol kemudian hari di Wakatobi.
Mungkin nama sarung Wuray kurang terdengar akrab di telinga, apalagi anyam tikar dari Feruke. Tapi dengan keunikannya masing-masing, kedua jenis kerajinan tradisional ini mencoba menyeruak dan meminta perhatian agar diposisikan sebagai buah tangan yang layak untuk dibawa.
Seperti juga seni kerajinan daerah lain. Hingga sekarang mungkin masih saja terdengar kendala yang merapatinya. Namun, kalau mau melihat ke depan, sebenarnya jenis wisata seperti ini memiliki pasar tersendiri yang bisa terus digeluti.

Sarung Wuray
Sambil menanti kedatangan pick-up yang akan membawa kami ke masjid. La Mahode, pemandu kami, menawarkan mengunjungi beberapa pengrajin tenun di sana. Di Pulau Kaledupa yang teduh di serambi-serambi rumahnya, ditemui banyak perempuan yang melakukan kegiatan menenun. Salah satu rumah di utara desa kelihatan juga menyimpan satu perempuan yang kelihatan sibuk di teras rumahnya yang bertingkat dua.
”Sarung wuray ini biasanya hanya dipakai saat ada kegiatan khusus saja. Semacam perkawinan dan acara resmi keluarga di sini,” kata La Mahode. Kain dengan motif kebanyakan garis-garis ini juga terkenal karena daya tahannya. ”Kain yang saya pakai sekarang, merupakan warisan dari nenek saya,” kata La Mahode lagi menjelaskan secara implisit kekuatan sarung tersebut. Padahal, bila melihat bahan dasar yang berupa benang kapas biasa, sarung ini cukup menakjubkan karena mampu bertahan hingga 20 tahun lamanya.
Dengan harga Rp150 – 200 ribu kita bisa memiliki kain sarung tersebut. Namun, sayang hingga kini keberadaan sarung tersebut hanya untuk konsumsi orang Buton. Penjualan paling jauh hanya ke kota Bau-bau. Padahal kalau mau diseriuskan, bisa saja menjadi tambahan bagi perekonomian sekitar.

Tikar Lipat
Satu lagi kerajinan asli Kepulauan Wakatobi yang rasanya pantas untuk dibicarakan adalah seni anyaman tikar lipat. Dengan bahan dasar daun pandan yang dikeringkan, dan kemudian dianyam menjadi tikar. Banyak penduduk desa Feruke mencoba menjualnya ke turis yang biasa datang ke sana.
”Biasanya baru setelah dijemur selama tiga hari. Daun pandan siap untuk dianyam menjadi tikar liap,” ungkap seorang ibu. Harganya juga tidak terlalu mahal,berkisar antara 25 – 50 ribu saja, kita telah memiliki sebuah tikar lipat seukuran badan orang dewasa. Rasa sejuk yang keluar saat kita tidur di atasnya, menjadi daya tarik tersendiri di tengah teriknya udara lautan di sana.


Continue Reading | komentar

SENI MELIPAT KERTAS (ORIGAMI)

Seni melipat kertas atau origami adalah suatu seni yang berasal dari Cina yang diperkenalkan oleh seorang yang bernama Ts’ai Lun yang awal mulanya terbuat dari kertas yang berasal dari hancuran tumbuhan dan kain yang sudah tidak terpakai. Pada abad ke enam, origami ini dibawa ke Spanyol dan Jepang dan hingga kini sudah sangat populer di Indonesia. Kebanyakan anak-anak TK dan SD sudah diajarkan cara membuat bermacam-macam bentuk dari kertas lipat atau origami paper. Dengan bermacam-macam warna (merah, kuning, orange, ungu, hijau) mampu menarik perhatian anak-anak kecil untuk mau mencoba membuat berbagai bentuk, seperti membuat kapal, topi, kincir angin dan pesawat.

Di negara asalnya, origami ini juga dipakai saat mengajar anak-anak di TK yang termasuk tidak bisa diam di kelas sangat antusias waktu menikuti tahapan pembuatan origami ini. Anak-anak dengan tekun mengikuti panduan yang diberikan oleh sang guru sambil melakukan gerakan-gerakan melipat dan dapat mengembangkan daya cipta. Dan hal ini mampu mengembangkan sistem syaraf motorik.

Nah..karena seni melipat ini bisa membentuk berbagai macam bentuk. Maka seni melipat ini juga bisa memperkenalkan nama-nama hewan, termasuk burung. Banyaknya informasi mengenai flu burung di masyarakat, menyebabkan orang tua sangat takut untuk membawa anak-anak mereka mengamati berbagai jenis burung di alam bebas. Seni melipat atau origami ini bisa menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan nama-nama burung di alam. Seperti membuat burung angsa, layang-layang, pinguin, walet bahkan Merak. Selain itu, orangtua bisa menambahkan informasi tambahan, seperti memperkenalkan bagian-bagian burung ( paruh, sayap, kaki, ekor) juga asal dan habitat dari burung-burung tersebut.

Dengan seni melipat ini orang tua tidak perlu khawatir anak-anaknya tidak tahu nama-nama burung di saat mereka besar. Di berbagai toko banyak buku-buku dan kertas lipat yang mengajarkan cara membuat berbagai bentuk seperti membuat ikan, burung, binatang, dll. Anak-anak pasti senang bermain sambil belajar, asalkan orangtua juga sabar saat melalui tahap-tahapan melipat.

Ini salah satu contoh seni melipat, yaitu membuat Burung Merak. Dan selamat mencoba!!




GOOD LUCK
Continue Reading | komentar (15)

MUSIK

Kamis, 08 Januari 2009

Kalo ngomongin soal Musik, syapa sih yang gak suka sama SENI yang satu ini. Termasuk saya juga suka sama SENI yang satu ini. Ibarat kata nih, Hidup tanpa music bagai sayur tanpa garam, bagai pisang goreng tanpa sambal, hehe.

Lebih baik kita gak usah berpanjang lebar lagi. Langsung ajah saya mau menjelaskan apa yang saya ketahui dari SENI MUSIK.

Kata music dalam bahasa indonedia berasal dari bahasa yunani ‘musica’ yang berarti seni suara termasuk seni syair. Kata musikus dari kata musicus yang berarti ahli music atau ahli seni suara. Pada awal perkembangannya di Indonesia, waktu sifat nasionalisme Indonesia lebih kuat, banyak orang mempergunakan istilah seni suara. Kemudian dalam upaya mengembangkan bahasa Indonesia yang memerlukan istilah yang lebih tepat dan mudah dipahami, orang makin banyak mempergunakan istilah seni music.

Seni merupakan merupakan seni yang sangat abstrak. Dari seniman penciptanya dikeluarkan perasaannya oleh pelaksananya diubah, dan oleh pendengarnya diartikan yang masing-masing maksudnya berbeda-beda, kadang perbedaannya jauh sekali. Karena itu seni music sulit didefinisikan, sehingga sampai sekarang ketentuannya sulit diperoleh. Namun yang pasti adalah, bahwa seni music merupakan salah satu cabang kesenian yang sifatnya audual, yaitu seni dapat dinikmati dengan indra pendengaran sehingga seni music merupakan salah satu unsur penting dalam usaha manusia memperoleh seni yang lengkap secara audio-visual.

Dalam seni sastra lama, manusia sering mengartikan bahwa burung bernyanyi atau bersiul seperti yang dilakukan oleh manusia sebagai pencipta seni. Hal demikian hanyalah penafsiran manusia saja yang bersifat personifikasi. Burung bernyanyi atau bersiul bukan sebagai hasil karya seni, melainkan sebagai sesuatu yang sifatanya naluriah saja. Mahluk hidup yang tingkatannya lebih rendah dari manusia dan termasuk hewan tersebut berbunyi yang diartikan oleh manusia sebagai menyanyi atau bersiul, dilakukan bukan karena rasa seninya melainkan naluriah saja, dengan cara tersebut binatang itu dapat menarik lawan jenisnya untuk mengembangkan keturunannya. Sijantan bernyanyi dengan merdunya untuk menarik perhatian si betina yang biasanya menyahuti dengan suara yang kurang merdu. Mereka saling mendekat untuk kemudian kawin dan akhirnya bertelur yang akan menjadi keturunannya.

Dalam music ada beberapa unsur yaitu :

- Nada

- Ritme

- Melodi

- Harmoni

- Notasi

Berikut dibawah adalah beberapa pengertiannya ;

NADA

Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekwensinya ataupun menurut jarak relative tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patolan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paliung lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor, dan tangga nada pentatonic.

RITME

Ritme adalah pengaturan bunyi pada waktu, birama merupakan pembagian kelompok ketentuan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat dieksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).

MELODI

Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).

HARMONI

Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada berurutan (seperti dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga nada atau lebih nada yang dinyanyikan bersamaan biasanya disebut akord.

NOTASI

Notasi music merupakan penggambaran music atas music. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertical, sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horizontal. Kedua unsure tersebut membentuk para nada, disamping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.



Continue Reading | komentar

FotoQ

Selasa, 06 Januari 2009










Continue Reading | komentar (1)

Karya Sastra

Rabu, 31 Desember 2008

Sebelum saya lebih jauh mengapresiasikan karya seni yang saya paparkan di blog saya,ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa itu SENI.
Ada beberapa pengertian tantang seni yang saya ketahui,.di bawah ini beberapa definisi tersebut antara lain :

- Menurut saya Seni itu sebuah penciptaan benda atau segala hal yang karena keindahannya orang senang melihat, mendengar,ataupun membacanya.

- Seni juga merupakan perbuatan manusia yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia (penerima).

- Selain itu seni juga suatu kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya. Bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam batin penerimanya.

- Dan juga seni itu suatu kegitan manusia yang secara sadar dengan perantara tanda-tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaan-perasaannya secara tertulis yang telah dihayatinya.

Sastra juga adalah karya dan bentuk seni yang berhubungan dengan ekspresi penciptaan, pikiran, perasaan, ide, semangat, pengalaman, yang dituangkan melelui bahasa sebuah karya oleh pengarang.

Sastra tidak hanya diterima sebagai sebuah karya seni yang menggugah budi imajinasi, emosi tetapi telah dianggap sebagai suatu kreatif yang dimanfaatkan sebagai konsumsi intelaktual. Dengan demikian sastra yang dilahirkan itu diharapkan dapat memberikan kepuasan estetik dan kepuasan intelektual dalam bertutur.

Saya juga mau memberi tau tenteng hal-hal yang perlu diperhatikan bagi seorang penyair dalam membuatsebuah karya sastra, siapa tau diantara kalian, eh,kok malah kaya judul lagu group band d’masiv, hehehe

Maksudnya kali aja diantara para pembaca ada yang gak tau,.!!!

Ok, hal-hal yang perlu diperhatikan penyair dalam membuat karya yaitu ;

1. Melihat, Mendengar, Merasakan,

2. Imajinasi, Sebab dengan Imajinasi seorang penyair dapat mengarang kata-kata yang akan ditulis agar tampak berestetika dan bertutur kata yang mudah dimengerti dan indah,

3. Pembendaharaan kata seorang penyair harus memiliki pembendaharaan kata yang banyak agar tidak mengalami kekurangan bahasa atau kata dalam menulis sebuah karya

4. Rasa percata diri dalam menuangkan karyanya, agar selalu puas dengan karya-karya yang telah dilahirkan dan agar karyanya tidak hanya menjadi penghuni laci atau tong sampah difamar.

Selain itu juga ada beberapa bentuk sastra ;

1. Puisi

2. Cerpen / cerita pendek

3. Novel

4. Dongeng

Berikut dibawah ini ada beberapa pengertian tentang puisi sebagai berikut ;

· Puisi adalah pengungkapan alamiah penyair tentang perenungan terhadap kehidupan melalui daya cipta yang artistik. Didalamnya ia mengekspresikan luapan perasaan suasana hati dan pikiran, maupun peristiwa yang mengandung makna yang tertentu

· Puisi adalah seni atau karya dari penyair yang merupakan salah satu seni untuk mengekspresikan imajinasi dengan kenikmatan perasaan dan bahasa yang berirama

· Puisi adalah seni yang selalu terjadi ketegangan antara konvensi dan pembaharuan

· Puisi adalah peryataan perasaan yang imajinatif , yaitu perasaan yang direkam atau diangankan

· Puisi merupakan seni keajaiban kata-kata dan bahasanya yang khas dan istimewa membuat puisi kadang-kadang sulit dimengerti atau dipahami

· Puisi adalah sebuah maha karya yang tak terbantahkan

Sedangkan unsur-unsur dari sastar tersebut diantaranya ;

1. Tema

2. Pikiran, Ide atau emosi

3. Bentuk, kesan dan pesan


Nah, sekarang saya akan memperlihatkan beberapa karya sastra atau karya tulis atau juga bisa di bilang sebuah kata-kata cinta yang Alhamdulillah saya buat sendiri dari beberapa pengalaman Cinta saya, kata-kata yang saya buat sendiri dari beberapa kali saya mencoba menjalin sebuah cinta, mencoba mendapatkan cinta saya yang murni tulus dari hati, dari beberapa gadis tetapi selalu saja gagal, putus di tengah jalan, Dan kandas di tengah jalan.

Ya udah kalo gitu, berikut kata-kata cinta yang bisa anda baca. Mudah-mudahan aja menurut anda bagus.kalo bagus Mohon di beri komentar yah…hehehe


Mudah-mudahan setelah anda membaca tulisan saya di atas, anda bias juga berkarya, dan mengeluarkan semua imajinasi anda untuk membuat suatu karya yang bernilai seni. Sapa tau anda juga salah satu orang yang berbakat di bidang SENI.


INGAT

Puisi adalah karya

Tapi puisi ada karsa

Ada rasa ada jiwa

Puisi tanpa karsa bagai gedung tak bertulang baja

Puisi tanpa rasa bagai sayur tanpa penyedap rasa

Puisi tanpa jiwa bagai hidup tapi mati tak mau

Untuk mengerti puisi,

Cobalah suka membacanya,

Suka menganalisa,

Dan cintai sepenuh jiwa.

MAKA UNSUR YANG SAYA SEBUTKAN TADI AKAN

HADIR SENDIRI DI SANUBARI’MU




Continue Reading | komentar (1)

Daftar Artikel Terbaru

Artikel Populer

Komentar Terbaru

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. THE TACITURN "ISWANDY ILYAS" - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger