Dapatkan kiriman artikel Menarik terbaru Dari Blog TTC langsung ke email anda!


TEATER

Rabu, 31 Desember 2008

Teater barasal dari kata teatron (Bahasa Yunani / Greek). Teater bisa juga diartikan mencangkupgedung, pekerja (pemain dan crew panggung), sekaligus kegiatannya(isi-pentas / peristiwa). Sementara itu, ada juga yang mengartikan teater sebagai semua jenis dan bentuk tontonan, baik dipanggung maupun di arena terbuka. Jika peristiwa tontonan mencakup ‘tiga kekuatan’ (pekerja-tempat-komunitas penikmat / penonton), maka peristiwa itu adalah teater.Teater sabagai seni kolektif, teater bukan saja menyangkut sagala bidang seni(rupa, tari, musik, dan sastra), tetapi juga menyambar manajemen, psikologi, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Untuk itu tentang teater semakin subur dan produktif.

Ada 5 t ahapan yang membuat sebuah peristiwa teater bisa terwujud, yakni :

  1. Lahirnya impian, gagasan atau ide.

  2. Optimalisasi pengetahuan dan keahlian berteater.

  3. Bergulirnya proses kreatif.

  4. Terjadinya tindakan teatral.

  5. Kebersamaan yang saling berbagi.

SUTRADARA

Seorang sutradara bertanggung jawab menyatukan seluruh kekuatan dari berbagai element eater. Seorang sutradara harus mempunyai argument / alasan yang kuat dan jelas mengapa memilih tema tertentu. Selain itu, dia juga harus bisa mewujudkan tujuan yang hendak dicapai melalui pementasan teater yang dilakukan.

Tugas-tugas sutradara :

  1. Memilih naskah lakon.

  2. Memilih pemain dan pekerja artisti.

  3. bekerja sama dengan staf artistic dan non artistic

  4. Menafsir naskah lakon dan menginformasikannya kepada seluruh pekerja.

  5. Melatih pemain agar bisa memerankan peran berdasar tafsir yang sudah dipilih atau cast.

  6. Mempersatukan seluruh kekuatan dari berbagai element eater sehingga menjadi sebuah pagelaran yang bagus dan menarik serta bermakna.

KEAKTORAN

Acting diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan kata peran (pemain sandiwara) yang dalam kamus berarti proses, cara, perbuatan memahami perilaku yang diharapkan dan dikaitkan dengan seseorang. Tentunya tidak memahami tetapi juga ‘melakukan’ perilaku orang tersebut.Sebenarnya asal kata “acting” adalah “to act” atau dalam bahasa Indonesia berarti “beraksi”.

Hakikat seni peran adalah meyakinkan. Jika berhasil meyakinkan penonton penonton bahwa apa yang tengah dilakukan actor benar,maka itu sudah cukup. Alat actor adalah tubuh / raga dan sukmanya. Itulah yang harus terus-menerus diasah dan digali agar siap dalam menghadapi, menggali, dan memainkan peranan. Aktor juga adalah seorang peneliti, ia harus melakukan pengamatan dan penelitian terhadap berbagai aspek yang ada di lingkungan sekitarnya.

Dalam berakting, seorang aktor tidak boleh berpura-pura. Dia harus menciptakan kebenaran peran. Ketika bermain sebagai orang gila, dia harus benar-benar menjadi gila. Kemampuan mendefinisikan diri ini, menunjukan bahwa akting itu adalah seni yang merayakan vitalitas kehidupan manusia dan mengalirnya kehidupan tersebut.

Ada beberapa hal penting yang harus dimiliki aktor :

  1. Konsentrasi.

  2. Imajinasi.

  3. Kerjasama.

  4. Improvisasi.

Segi teknis penyelidikan karakterisasi dapat dibagi dalam 4 tingkat yaitu :

  1. Ciri fisikal.

  2. Ciri sosial.

  3. Ciri psikologis.

  4. Ciri moral.

Eksistensi seseorang aktor adalah kemampuan kebutuhannya memberi definisi pada dirinya sendiri. Kemampuannya mentransformasikan diri ini sebenarnya adalah potensi dan kekuatan dimasa datang. Sementara naskah mengerjakan tentang siapa kita sebenarnya, maka aktor mengerjakan tentang siapa kita nanti.


Aktor mengasihi,

Tetapi bukan untuk dirinya.

Aktor berbagi,

Tetapi tidak memamerkannya.

Aktor mencintai,

Tetapi tidak meminang.

Aktor menerima,

Tetapi tidak memiliki.

Kebahagiaan adalah

Berada dalam kebenaran.

Dia tidak melihat dirinya sekarang,

Tetapi siapa dirinya nanti.



Continue Reading | komentar

TEATER

Teater barasal dari kata teatron (Bahasa Yunani / Greek). Teater bisa juga diartikan mencangkupgedung, pekerja (pemain dan crew panggung), sekaligus kegiatannya
(isi-pentas / peristiwa). Sementara itu, ada juga yang mengartikan teater sebagai semua jenis dan bentuk tontonan, baik dipanggung maupun di arena terbuka. Jika peristiwa tontonan mencakup ‘tiga kekuatan’ (pekerja-tempat-komunitas penikmat / penonton), maka peristiwa itu adalah teater.
Teater sabagai seni kolektif, teater bukan saja menyangkut sagala bidang seni
(rupa, tari, musik, dan sastra), tetapi juga menyambar manajemen, psikologi, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Untuk itu tentang teater semakin subur dan produktif.

Ada 5 t ahapan yang membuat sebuah peristiwa teater bisa terwujud, yakni :
1.Lahirnya impian, gagasan atau ide.
2.Optimalisasi pengetahuan dan keahlian berteater.
3.Bergulirnya proses kreatif.
4.Terjadinya tindakan teatral.
5.Kebersamaan yang saling berbagi.

SUTRADARA
Seorang sutradara bertanggung jawab menyatukan seluruh kekuatan dari berbagai element eater. Seorang sutradara harus mempunyai argument / alasan yang kuat dan jelas mengapa memilih tema tertentu. Selain itu, dia juga harus bisa mewujudkan tujuan yang hendak dicapai melalui pementasan teater yang dilakukan.

Tugas-tugas sutradara :
1.Memilih naskah lakon.
2.Memilih pemain dan pekerja artisti.
3.bekerja sama dengan staf artistic dan non artistic
4.Menafsir naskah lakon dan menginformasikannya kepada seluruh pekerja.
5.Melatih pemain agar bisa memerankan peran berdasar tafsir yang sudah dipilih atau cast.
6.Mempersatukan seluruh kekuatan dari berbagai element eater sehingga menjadi sebuah pagelaran yang bagus dan menarik serta bermakna.

KEAKTORAN
Acting diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan kata peran (pemain sandiwara) yang dalam kamus berarti proses, cara, perbuatan memahami perilaku yang diharapkan dan dikaitkan dengan seseorang. Tentunya tidak memahami tetapi juga ‘melakukan’ perilaku orang tersebut.Sebenarnya asal kata “acting” adalah “to act” atau dalam bahasa Indonesia berarti “beraksi”.
Hakikat seni peran adalah meyakinkan. Jika berhasil meyakinkan penonton penonton bahwa apa yang tengah dilakukan actor benar,maka itu sudah cukup. Alat actor adalah tubuh / raga dan sukmanya. Itulah yang harus terus-menerus diasah dan digali agar siap dalam menghadapi, menggali, dan memainkan peranan. Aktor juga adalah seorang peneliti, ia harus melakukan pengamatan dan penelitian terhadap berbagai aspek yang ada di lingkungan sekitarnya.
Dalam berakting, seorang aktor tidak boleh berpura-pura. Dia harus menciptakan kebenaran peran. Ketika bermain sebagai orang gila, dia harus benar-benar menjadi gila. Kemampuan mendefinisikan diri ini, menunjukan bahwa akting itu adalah seni yang merayakan vitalitas kehidupan manusia dan mengalirnya kehidupan tersebut.

Ada beberapa hal penting yang harus dimiliki aktor :
1.Konsentrasi.
2.Imajinasi.
3.Kerjasama.
4.Improvisasi.
Segi teknis penyelidikan karakterisasi dapat dibagi dalam 4 tingkat yaitu :
1.Ciri fisikal.
2.Ciri sosial.
3.Ciri psikologis.
4.Ciri moral.
Eksistensi seseorang aktor adalah kemampuan kebutuhannya memberi definisi pada dirinya sendiri. Kemampuannya mentransformasikan diri ini sebenarnya adalah potensi dan kekuatan dimasa datang. Sementara naskah mengerjakan tentang siapa kita sebenarnya, maka aktor mengerjakan tentang siapa kita nanti.

Aktor mengasihi,
Tetapi bukan untuk dirinya.
Aktor berbagi,
Tetapi tidak memamerkannya.
Aktor mencintai,
Tetapi tidak meminang.
Aktor menerima,
Tetapi tidak memiliki.
Kebahagiaan adalah
Berada dalam kebenaran.
Dia tidak melihat dirinya sekarang,
Tetapi siapa dirinya nanti.
Continue Reading | komentar

TARI


Budaya adalah karya ciptaan manusia yang berupa kegiatan berolah ekspresi kreatif. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik secara kelompok maupun individu. Gagasan karya cipta terwujud dalam kegiatan tersebut dan dilestarikan dari generasi ke generasi berikutnya.

Ungkapan ekspresi manusia / masyarakat seperti bersyukur, memuja, bergembira, bersedih, marah, dan kecewa dapat diwujudkan dalam bentuk berolah seni atau berkesenian. Sehingga, munculah seni budaya masyarakat yang beraneka ragam bentuk dan kegunaannya. Misalnya, seni budaya sebagai upacara adat atau keagamaan dan sebagai alat untuk meramaikan suasana pesta desa, serta sarana pertunjukan.

Salah satu bentuk seni budaya masyarakat khususnya masyarakat Indonesia adalah seni TARI. Seni Tari yang berkembang dalam masyarakat Indonesia beraneka ragam, baik gaya, gerak, fungsi, maupun kegunaanya. Keanekaragaman seni tari daerah terlihat karena tiap daerah mempunyai cirri khasnya masing-masing. Namun pada dasarnya, mempunyai kesamaan yaitu perwujudannya dalam rangkaian gerak yang berkesinambungan yang didalamnya terdapat unsur keindahan seperti wiraga, wirasa, dan wirupa (unsur gerak tubuh, berirama, ekspresi, dan berwujud).

Dengan menelan definisi yang dikemukakan oleh orang-orang berkecimpung didunia seni tari, diantaranya :

  1. Corri Hertong, seorang penari kenamaan di Eropa, yang menyatakan : Tari adalah keteraturan bentuk gerak tubuh yang ritmis didalam suatu ruang.

  2. Drs.Sudarsono mengatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam bentuk gerak ritmis yang indah.

  3. Pangeran Suryadiningrat memberikan definisi bahwa tari adalah gerak seluruh anggota badan yang teratur menurut irama gendang dengan ekspresi gerak tari.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak indah dan ritmis atau dengan kata lain, Tari adalah tekanan emosi dalam tubuh dan ekspresi jiwa manusia yang diproyeksikan melalui keteraturan gerak tubuh yang ritmis serta indah yang disesuaikan dengan irama iringan musik didalam ruang atau waktu tertentu.

Ada 3 hal yang paling mendasar dalam tari, yaitu :

  1. Tenaga,

  2. Ruang dan,

  3. Waktu.

Tari mempunyai beberapa bentuk yaitu :

  1. Tari dalam bentuk sosial

  2. Tari dalam bentuk rakyat

  3. Tari dalam bentuk etnis

  4. Tari dalam bentuk spektakuler

  5. Tari dalam bentuk ekspresi seni

Dalam berlatih memang sangat diperlukan latihan yang intens dengan menggunakan emosi atau perasaan dalam tubuh seperti tarian pada umumnya.

Jenis tari ada beberapa macam, yaitu :

  • Tari Tradisional, yang merupakan tari yang ada sejak dahulu kala yang dilakukan oleh nenek moyang kita dan bersifat turun-temurun, hingga sampai sekarang.

  • Tari kontemporer, merupakan tarian yang memiliki arti, mempunyai gerakan-gerakan tubuh yang membentuk simbol yang dapat dimengerti.

  • Tari modern, merupakan jenis tari yang menggunakan jenis musik yang modern dengan gerakan-gerakan yang dimodifikasi dari teknik dasar gerakan tari, ataupun perpaduan gerakan lain sehingga membuat tarian itu menjadi indah.

Ada beberapa jenis tari yang tedapat di provinsi Sulawesi selatan, yakni :

  • Tari Makassar, seperti tari pakarena

  • Tari toraja, seperti tari pagellu

  • Tari dari suku bugis, seperti tari bosara

  • Tari mandar dll.

Tata cara pengggarapan tari

Dancekrip

  • Tema

  • Muatan

  • Isi

  • Judul

  • Koreografi

  • Sinopsis

Pengembangan Tari

Terjadinya perubahan bisa dilakukan saat bertambahnya pemain atau tergantinya tempat dan ruang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya (harus kelihatan serentak)

Setiap kali ada pengembangan harus ada semangat, emosi, atau penekanan dan aksen kualisasinya. Bergerak tidak hanya harus ada perubahan tapi terlebih dahulu pengembangan dan yang paling penting jangan mengulang tarian sampai tiga kali diduduki karena perubahan pada penonton akan lain, mereka akan cepat merasa bosan. Harus ada pola-pola tertentu apabila ingin melakukan tarian secara berulang-ulang. Jika melakukan tarian, gerakan harus berasal dari body apabila tidak, gerakan akan terasa sangat kaku.


Continue Reading | komentar

Daftar Artikel Terbaru

Artikel Populer

Komentar Terbaru

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. THE TACITURN "ISWANDY ILYAS" - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger